Cerpen



                                                     

                             Cinta Seoarang Lelaki Yang Sholeh

Pesantren adalah tempat yang paling aman dan cocok untuk anak yang masih dalam tahap pendidikan tak ada gangguan seperti yang ada diluar sana.Tapi di jaman modern ini pesantren menjadi kos,hanya di jadikan seperti tempat dasar untuk berteduh.Aries ialah salah satu anak yang kuliah dan mondok di pesantren Salatiga,ia berasal dari anak yang kecukupan.Bahkan kakak dan adiknya pun berada di pondok semua karena keluarganya lebih mengutamakan pembelajaran tentang keagamaan.
            Akhlaqnya yang begitu baik dan wajahnya yang tampan membuat semua wanita tergoda padanya.telah banyak wanita yana dipesantren tersebut yang kagum kepadanya.Salah satunya adalah Lintang,seorang wanita cantik pindahan dari SMA yang mondok di pesantren tersebut.sepertinya ia juga punya rasa lebih dari sekedar teman terhadap Aries.
             pada malam hari ketika sedang mengaji kitab kuning Lintang si gadis cantik itu melemparkan selembar kertas yang berisi tentang ungkapan cinta Lintang kepada Aries.ia terkejut ketika ia membaca selembar kertas yang dilemparkan oleh Lintang.ngajipun telah selesai,akhirnya para santri termasuk Aries dan Lintang kembali kekamar masing-masing.sesampainya Aries dikamar ia masih terbayang dengan isi selembar kertas itu sampai ia tak bisa tidur.sampai jam 2 malam ia baru menghafalkan Al-Qur’an dan kemudian di paksakan tidur walaupun susah.
            Pagi yang cerah telah datang,semua santri-santri berangkat kuliah.Aries membalas suratnya bahwa ia menerima Lintang sebagai ceweknya walaupun ia belum tau isi hatinya yang sebenarnya.ia tak bisa menolak karena semalam susah tidur gara-gara mikir si gadis cantik.Mulai itulah mereka berpacaran dan seketika itu  hampir setiap malamnya selesai sekolah Lintang mengajak Aries jalan-jalan ke Semarang.
            Semarang memang kota yang indah Di Jawa Tengah,maka dari itu Lintang mengajak jalan-jalan ke situ bersama Aries pacar barunya.Kesenangannya jalan-jalan sampai tak kenal larut malam hampir jam 1 malam setiap harinya.setelah itu mereksa berdua baru tertidur tetapi Aries tidak ia selalu memikirkan dirinya setiap selesai jalan-jalan atau ketemuan dengan Lintang.
            Hari demi hari ia lewati untuk bersenang-senang bersama Lintang.Tak sadar bahwa ia telah jauh keterlaluan sebagai anak di pesantren.Beberapa bulan lamanya ia menjalin hubungan dengan Lintang akhirnya ia tersadar akan perbuatannya yang sudah melampui batas itu,dan bukan hanya itu saja hafalan Al-Qur’an yang selama ini ia hafalkan telah hilang terbawa arus oleh kesenangan-kesenangan yang telah ia lakukan selama ini.Hatinya pun tak sebersih dan sesuci dulu sekarang sudah buram dan yang tertinggal hanya kenangan bersama Lintang.
            Aries tak bisa menahan rasa menyesalnya itu sendiri,ia butuh seseorang untuk menasehatinya kemudian ia hanya bisa berceRita dengan Risa adik tercintanya.semua masalah ataupun perbuatannya yang selana ini ia lakukan bersama Lintang ia ceRitakan kepada adiknya,dan adiknya memberi saran agar ia memutuskan hubungannya dengan Lintang.
            Siang pun berganti malam,seperti biasa ia harus ngaji kitab dan ini adalah kesempatannya untuk bilang  kepada Lintang kalau ia ingin mengakhiri hubungan mereka.jam menunjukkan pukul 10.00 wib ngaji kitab pun diakhiri oleh pak kyai.pak kyai pun mengucapkan salam dan langsung keluar menuju rumahnya,dan ini kesempatan Aries agar ia bisa memutuskan Lintang.
       “Lintang… aku mau ngomong penting sama kamu”.ucap Aries mendekat
       “ada pa,kelihatannya penting sekali”.tanya Lintang
       “aku ….aku pengen mengakhiri hubungan kita”.terang Aries
      “kita putus?”.tanya Lintang
       “ya”.jawab Aries dengan tegas
      “ya ,ndak pa pa kog,ya udah aku balik dulu ya”.
            Lintang pun kembali ke kamar dengan perasaan yang tidak terlalu sedih, karena ia sudah punya pengganti Aries,sekian lamanya tanpa sepengetahuan Aries.Malam itu Aries sangat lega karena ia sudah putus dengan Lintang,dia lega karena ia dapat melanjutkan hafalannya lagi.dimalam itu pun ia juga tak mau tidur,ia ingin sholat malam dan ia ingin langsung menghafal Al-Qur’an yang pernah hilang Karena nafsunya itu.
            Secara perlahan ia kemudian dapat mengembalikan hafalannya dulu yang sempat terancam hilang.Hatinya pun kini sudah menjadi terang lagi seperti sebelum ia pacaran.fikiran yang dulu telah teracuni oleh rayuan sang kekasih juga sudah kembali membaik dan berusaha menghilangkan memory tentang kebersamaanya bersama Lintang.
            Lintang akhirnya pergi dari pondok itu setelah di putuskan oleh Aries pacarnya.Tak lama kemudian ia bekerja dan menikah dengan kekasihnya.
            Aries yang masih istiqomqh di pondok juga mendapatkan pengganti seorang cewek yang lebih pintar dan akhlaqnya jauh lebih baik dari lintang yaitu,Rita.Cinta yang ada di dalam diri Aries masih tersimpan  sangat dalam,walaupun tingkah lakunya sudah terbukti kalau ia menyukai Rita,dan Rita juga sebenarnya sudah tau soal itu,akan tetapi keduanya sama-sama pintar untuk menutupi suatu masalah.Setelah sekian lama ia memendam rasa cintanya kepada Rita kini ia mengeluh karena telah di dahului oleh Rizal salah satu seorang santri yang lebih baik dari pada Aries.Akhirnya Rita sang cewek idaman Aries lebih memilih Rizal yang mau mengungkapkan rasa kepadanya dan lebih baik.Sudah jatuh waktunya kemudian Rita dan Rizal pulang dari pondok dan langsung menikah.Dalam pernikahannya Aries juga di beri undangan untuk menghadiri upacara pernikahan tersebut.
            Sampai sekarang Aries belum bisa menemukan pengganti Rita dan memang ia tak mau cari pengganti dulu sebelum ia bisa menyelesaikan hafalan Al-Qur’annya.Hati dan fikiran semuanya ia fokuskan dulu untuk menghafalkan quran sampai selesai.Setelah 1 tahun lamanya ia menunggu akhirnya ia bisa menyelesaikannya dan kembali kerumah dengan membawa kesuksesan.Setelah itu ia mengamalkan ilmunya kepada orang di sekitar.Beberapa tahun kemudian Aries menemukan pasangan hidup yaitu gadis cantik yang bernama Idah kenalan dari adiknya dan juga tetangga jauh dari istri kakaknya sendiri.Idah pun sangat bersyukur akhirnya mempunyai suami yang hafal al-quran setelah sekian lamanya ia berjuang.Akhirnya mereka bisa bahagia dan melupakan kenangan pahit di masa lalu.

Sejarah Lingkungan


SEJARAH KOTA SALATIGA
    Kota Salatiga, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Tengah. Kota ini berbatasan sepenuhnya denganKabupaten Semarang. Salatiga terletak 49 km sebelah selatan Kota Semarang atau 52 km sebelah utara Kota Surakarta, dan berada di jalan negara yang menghubungan Semarang-Surakarta. Salatiga terdiri atas 4kecamatan, yakni Argomulyo, Tingkir, Sidomukti, dan Sidorejo. Kota ini berada di lereng timur Gunung Merbabu, sehingga membuat kota ini berudara cukup sejuk.

Salatiga, kota yang terletak persis di sebelah selatan Semarang, bukan hanya menjadi kota yang menghubungkan pelabuhan Semarang dan Kasunanan Surakarta. Sejak dulu, kawasan ini memang punya pengalaman historis yang panjang dan menarik.

Ada beberapa sumber yang dijadikan dasar untuk mengungkap asal-usul 
Salatiga, yaitu yang berasal dari cerita rakyat, prasasti maupun penelitian dan kajian yang cukup detail. Dari beberapa sumber tersebut PrasastiPlumpungan-lah yang dijadikan dasar asal-usul Kota Salatiga. Berdasarkan prasasti ini Hari Jadi Kota Salatiga dibakukan, yakni tanggal 24 Juli 750 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Tingkat II Kota Salatiga Nomor 15 Tahun 1995 tentang Hari Jadi Kota Salatiga.


Zaman Islam

Walisongo atau Walisanga dikenal sebagai penyebar agama 
Islam di tanah Jawa pada abad ke 14. Mereka tinggal di tiga wilayah penting pantai utara Pulau Jawa, yaitu Surabaya-Gresik-Lamongan di Jawa Timur, Demak-Kudus-Muria di Jawa Tengah, dan Cirebon di Jawa Barat. Era Walisongo adalah era berakhirnya dominasi Hindu Budha dalam budaya Nusantara untuk digantikan dengan kebudayaan Islam. Mereka adalah simbol penyebaran Islam di Indonesia, khususnya di Jawa. Tentu banyak tokoh lain yang juga berperan. Namun peranan mereka yang sangat besar dalam mendirikan Kerajaan Islam di Jawa, juga pengaruhnya terhadap kebudayaan masyarakat secara luas serta dakwah secara langsung, membuat para Walisongo ini lebih banyak disebut dibanding yang lain.

Penamaan Salatiga tidak lepas dari peran KI Ageng Pandanaran II ( Bupati Semarang) pada masa pemerintahan Pandan Arang II menunjukkan kemakmuran dan kesejahteraan yang dapat dinikmati penduduknya. Namun sesuai dengan nasihat Sunan Kalijaga, Bupati Pandan Arang II mengundurkan diri dari hidup keduniawian yang melimpah ruah. la meninggalkan jabatannya, meniggalkan Kota Semarang bersama keluarga menuju arah Selatan, pada saat Ki Pandan Arang II tiba disuatu daerah perdikan ditengah perjalanan dihadang oleh rampok/begal yang berjumlah tiga orang untuk merampok bawaan istri Ki Pandanaran, atas kuasa Allah SWT ketiga perampok tersebut dapat dikalahkan. Setelah kejadian tersebut KI Pandan Arang II menamai daerah tersebut SALATIGA (dari kata salah dan tiga) yang kelak dikemudian hari dikenal menjadiSALATIGA, adapun perampok yang dikalahkan tersebut masuk Islam dan menjadi murid Ki Pandan Arang kemudian mengikuti perjalanan melewati Boyolali akhirnya sampai ke sebuah bukit bernama jabalkat di daerah Klaten.



Zaman kolonial 

Pada zaman penjajahan 
Belanda telah cukup jelas batas dan status Kota Salatiga, berdasarkan Staatsblad 1917 No. 266 Mulai 1 Juli 1917 didirikan Stadsgemeente Salatiga yang daerahnya terdiri dari 8 desa.

Karena dukungan faktor 
geografis, udara sejuk dan letak yang sangat strategis, maka Salatiga cukup dikenal keindahannya di masa penjajahan Belanda, bahkan sempat memperoleh julukan "Kota Salatiga yang Terindah di Jawa Tengah".

Nama Salatiga kembali mencuat ke permukaan sewaktu digelar perundingan segitiga antara Kasunanan Surakarta, VOC dan Raden Mas Said atau Pangeran Sambernyawa. Perjanjian itu digelar di Kalicacing, satu desa yang berada di wilayah Salatiga. Inilah sebabnya perjanjian ini masyhur dikenal sebagai Perjanjian Salatiga.

Perundingan itu dipicu oleh perlawanan bersenjata Pangeran Sambernyawa terhadap VOC maupun Kasunanan. Akhirnya, pada 17 Maret 1757, ditandatangani sebuah naskah perjanjian yang menyebutkan bahwa Pangeran Sambernyawa berhak atas sebagian wilayah Kasunanan Surakarta. Dari perjanjian inilah muncul Dinasti Mangkunegara dan Pangeran Sambernyawa berhak memakai gelar Kanjeng Gusti Adipati Mangkunegara I. Gelar yang sama berhak dipakai keturunan Pangeran Sambernyawa.

Pada masa kolonial, sejak pertengahan abad 19 hingga memasuki abad 20, Salatiga dikenal sebagai daerah peristirahatan bagi para pejabat pemerintah kolonial maupun orang-orang Eropa. Tempatnya yang berada di perbukitan dengan hawa yang sejuk memungkinkan Salatiga menjadi kawasan favorit untuk berlibur dan beristirahat.

Status sebagai kotamadya yang kini disandang Salatiga juga sudah muncul sejak era kolonial. Pada 1 Juli 1917, berdasar Staatsblad No. 266, Salatiga ditetapkan sebagai Stadsgemeente (Kotamadya) Salatiga dengan daerah yang meliputi 8 desa.

Zaman kemerdekaan 

Pada tahun-tahun pertama kemerdekaan, Salatiga pernah dijadikan salah satu basis tentara NICA-Belanda yang berniat kembali menduduki Indonesia. Bersama Ambarawa dan Semarang, Salatiga menjadi salah satu kawasan paling bergejolak.

Salatiga juga menjadi salah satu titik serangan udara yang dilakukan oleh kadet-kadet AURI pada 29 Juli 1947. Dengan menggunakan pesawat Churen yang diterbangkan dari Maguwo, Yogyakarta, kadet AURI itu berhasil menggelar serangan udara selama satu jam. Serangan ini memberi efek psikologis yang strategis karena menunjukkan pada dunia internasional bahwa kekuatan militer Indonesia masih eksis kendati baru saja diserang oleh Belanda lewat Agresi Militer I.

Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga adalah bekas stadsgemeente yang dibentuk berdasarkan Staatsblad 1929 No. 393 yang kemudian dicabut dengan Undang-undang Nomor 17 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah-daerah Kecil Dalam Lingkungan Provinsi Jawa Timur,Jawa Tengah dan Jawa Barat. Berdasarkan amanat UU No.22 tahun 1999 Tentang Pemerintahan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Salatiga berubah penyebutannya menjadi Kota Salatiga.