MATERI TKJ
1. Materi Desain WEB
Pengertian Desain Web atau definisi Desain Web
adalah jenis desain grafis yang ditujukan untuk pengembangan dan
styling obyek lingkungan informasi Internet untuk menyediakan dengan
fitur konsumen high-end dan kualitas estetika. Definisi yang ditawarkan
memisahkan desain web dari pemrograman web, menekankan fitur fungsional
dari sebuah situs web, serta desain posisi web sebagai semacam desain
grafis.
Tujuan desain web
adalah untuk membuat situs web atau dokumen elektronik dan aplikasi
yang berada pada web server dan menampilkan konten dan fitur antarmuka
interaktif kepada pengguna akhir dalam bentuk halaman Web. Seperti
unsur-unsur teks, gambar (gif, jpeg) untuk ditempatkan pada halaman
menggunakan HTML / XHTML / tag XML. Menampilkan media yang lebih
kompleks (vektor grafis, animasi, video, suara) membutuhkan plug-in
seperti Adobe Flash, QuickTime, Java run-time dan lain-lain. Plug-in
juga dimasukkan ke dalam halaman web dengan menggunakan HTML / tag
XHTML.
Perbaikan sesuai browser dengan standar W3C diminta penerimaan luas
dan penggunaan XHTML / XML bersama dengan Cascading Style Sheets (CSS)
untuk posisi dan memanipulasi unsur-unsur halaman web dan objek.
Kemampuan browser untuk mengirimkan berbagai konten dan pilihan
aksesibilitas kepada klien tanpa menggunakan plug-in.
Dengan spesialisasi yang tumbuh di bidang teknologi informasi ada
kecenderungan kuat untuk membedakan antara desain web (web design) dan
pengembangan web (web development).
2. Materi Keamanan Jaringan
A. Apa itu Keamanan Jaringan
Satu hal yang perlu diingat bahwa tidak ada jaringan yang anti sadap atau tidak ada jaringan komputer yang benar-benar aman. Sifat dari jaringan adalah melakukan komunikasi. Setiap komunikasi dapat jatuh ke tangan orang lain dan disalahgunakan. Sistem keamanan membantu mengamankan jaringan tanpa menghalangi penggunaannya dan menempatkan antisipasi ketika jaringan berhasil ditembus. Selain itu, pastikan bahwa user dalam jaringan memiliki pengetahuan yang cukup mengenai keamanan dan pastikan bahwa mereka menerima dan memahami rencana keamanan yang Anda buat. Jika mereka tidak memahami hal tersebut, maka mereka akan menciptakan lubang (hole) keamanan pada jaringan Anda.
Ada dua elemen utama pembentuk keamanan jaringan :
· Tembok pengamanan,
baik secara fisik maupun maya, yang ditaruh diantara piranti dan
layanan jaringan yang digunakan dan orang-orang yang akan berbuat jahat.
· Rencana pengamanan, yang akan diimplementasikan bersama dengan user lainnya, untuk menjaga agar sistem tidak bisa ditembus dari luar.
Segi-segi keamanan didefinisikan dari kelima point ini:
a. Confidentiality Mensyaratkan bahwa informasi (data) hanya bisa diakses oleh pihak yang memiliki wewenang.
b. Integrity Mensyaratkan bahwa informasi hanya dapat diubah oleh pihak yang memiliki wewenang.
c. Availability Mensyaratkan bahwa informasi tersedia untuk pihak yang memiliki wewenang ketika dibutuhkan.
d. Authentication Mensyaratkan
bahwa pengirim suatu informasi dapat diidentifikasi dengan benar dan
ada jaminan bahwa identitas yang didapat tidak palsu.
e. Nonrepudiation Mensyaratkan bahwa baik pengirim maupun penerima informasi tidak dapat menyangkal pengiriman dan penerimaan pesan.
Serangan (gangguan) terhadap keamanan dapat dikategorikan dalam empat kategori utama yakni:
a. Interruption
Suatu
aset dari suatu sistem diserang sehingga menjadi tidak tersedia atau
tidak dapat dipakai oleh yang berwenang. Contohnya adalah
perusakan/modifikasi terhadap piranti keras atau saluran jaringan.
b. Interception
Suatu
pihak yang tidak berwenang mendapatkan akses pada suatu aset. Pihak
yang dimaksud bisa berupa orang, program, atau sistem yang lain.
Contohnya adalah penyadapan terhadap data dalam suatu jaringan.
c. Modification
Suatu
pihak yang tidak berwenang dapat melakukan perubahan terhadap suatu
aset. Contohnya adalah perubahan nilai pada file data, modifikasi
program sehingga berjalan dengan tidak semestinya, dan modifikasi pesan
yang sedang ditransmisikan dalam jaringan.
d. Fabrication
Suatu pihak yang tidak berwenang menyisipkan objek palsu ke dalam sistem.
Contohnya adalah pengiriman pesan palsu kepada orang lain.
Ada beberapa prinsip yang perlu dihindari dalam menangani masalah keamanan :
- diam dan semua akan baik-baik saja
- sembunyi dan mereka tidak akan dapat menemukan anda
- teknologi yang digunakan kompleks/rumit, artinya
B. Kepedulian
Masalah Jaringan
* Overview
Pendefinisian
keamanan (pada jaringan komputer) dapat
dilakukan dengan melihat target yang ingin dicapai melalui konsep
'aman'. Berikut adalah daftar fitur yang dapat mencegah/mengantisipasi
serangan
dari pihak luar ataupun pihak dalam.
* Security
Policy
Sebelum melanjutkan implementasi ke tingkat yang lebih
jauh sebaiknya ditentukan dulu apa yang hendak dilindungi dan dilindungi dari
siapa. Beberapa pertanyaan berikut dapat membantu penentuan kebijakan keamanan
yang diambil.
1. Informasi
apa yang dianggap rahasia atau sensitif ?
2. Anda
melindungi sistem anda dari siapa ?
3. Apakah
anda membutuhkan akses jarak jauh?
4. Apakah
password dan enkripsi cukup melindungi ?
5. Apakah
anda butuh akses internet?
6. Tindakan
apa yang anda lakukan jika ternyata sistem anda dibobol?
Serta
masih banyak pertanyaan lain tergantung bentuk organisasi yang anda kelola. Kebijaksanaan keamanan
tergantung sebesar apa anda percaya orang lain, di dalam ataupun di luar
organisasi anda. Kebijakan haruslah merupakan keseimbangan antara mengijinkan
user untuk mengakses informasi yang dibutuhkan dengan tetap menjaga keamanan
sistem.
* Keamanan Secara Fisik
Fisik dalam bagian ini diartikan sebagai situasi di mana
seseorang dapat masuk ke dalam ruangan
server/jaringan dan dapat mengakses piranti tersebut secara illegal.
Orang yang tidak berkepentingan ini bisa saja seorang tamu, staf pembersih,
kurir pengantar paket, dan lainnya yang dapat masuk ke ruangan tersebut dan
mengutak-atik piranti yang ada. Apabila seseorang memiliki akses terhadap
ruangan tersebut, orang tersebut bisa
saja memasang program trojan horse di komputer, melakukan booting dari floppy
disk, atau mencuri data-data penting (seperti
file password) dan membongkarnya di tempat yang lebih aman.
Untuk menjaga
keamanan, taruhlah server di ruangan yang dapat dikunci dan pastikan bahwa
ruangan tersebut dikunci dengan baik.
Untuk menghindari pengintaian, gunakan screen-saver yang dapat di password.
Atur juga semua komputer untuk melakukan
fungsi auto-logout setelah tidak aktif dalam jangka waktu tertentu.
* BIOS
Security
Sebenarnya seorang
admin direkomendasikan men-disable boot dari floppy. Atau bisa
dilakukan dengan membuat password pada BIOS dan memasang boot password.
* Password
Attack
Banyak orang menyimpan informasi pentingnya pada komputer
dan seringkali sebuah password hal yang mencegah orang lain untuk melihatnya.
Untuk menghindari serangan password maka sebaiknya user menggunakan password
yang cukup baik. Petunjuk pemilihan password :
· Semua password harus terdiri
dari paling sedikit 7 karakter.
· Masukkan kombinasi huruf,
angka, dan tanda baca sebanyak mungkin dengan catatan bahwa password tetap mudah untuk diingat. Salah satu caranya
adalah mengkombinasikan kata-kata acak dengan tanda baca atau dengan mengkombinasikan kata-kata dengan
angka. Contoh : rasa#melon@manis, komputer0digital1, kurang<lebih>2001
· Gunakan huruf pertama frasa
yang gampang diingat. Contoh: dilarang parkir antara pukul 7 pagi hingga pukul
8 sore à dpap7php8s, tidak ada sistem yang
benar-benar aman dalam konteks jaringan à
tasybbadkj
· Gunakan angka atau tanda
baca untuk menggantikan huruf di password. Contoh : keberhasilan à
k3b3rh45!l4n
· Gantilah
password secara teratur
* Malicious
Code
Malicious code bisa berupa virus, trojan atau worm,
biasanya berupa kode instruksi yang akan memberatkan sistem sehingga
performansi sistem menurun. Cara mengantisipasinya bisa dilihat pada 6 contoh
berikut :
1. berikan
kesadaran pada user tentang ancaman virus.
2. gunakan
program anti virus yang baik pada workstation, server dan gateway internet
(jika punya).
3. ajarkan
dan latih user cara menggunakan program anti virus
4. sebagai
admin sebaiknya selalu mengupdate program anti-virus dan database virus
5. biasakan
para user untuk TIDAK membuka file attachment email atau file apapun dari
floppy sebelum 110 % yakin atau tidak attachment/file tsb “bersih”.
6. pastikan
kebijakan kemanan anda up to date.
* Sniffer
Sniffer
adalah sebuah device penyadapan komunikasi jaringan komputer dengan
memanfaatkan mode premicious pada ethernet. Karena jaringan komunikasi komputer
terdiri dari data biner acak maka sniffer ini biasanya memiliki penganalisis
protokol sehingga data biner acak dapat dipecahkan. Fungsi sniffer bagi
pengelola bisa untuk pemeliharaan jaringan, bagi orang luar bisa untuk menjebol
sistem.
Cara paling mudah untuk mengantisipasi
Sniffer adalah menggunakan aplikasi yang secure, misal : ssh, ssl, secureftp
dan lain-lain
Scanner
Layanan jaringan (network service) yang berbeda berjalan
pada port yang berbeda juga. Tiap layanan jaringan berjalan pada alamat
jaringan tertentu (mis. 167.205.48.130) dan mendengarkan (listening) pada satu
atau lebih port (antara 0 hingga 65535). Keduanya membentuk apa yang dinamakan
socket address yang mengidentifikasikan
secara unik suatu layanan dalam jaringan. Port 0 hingga 1023 yang paling umum
dipergunakan didefinisikan sebagai well-known
number dalam konvensi UNIX dan dideskripsikan dalam RFC 1700.
Port Scanner merupakan program yang
didesain untuk menemukan layanan (service) apa saja yang dijalankan pada host
jaringan. Untuk mendapatkan akses ke host, cracker harus mengetahui titik-titik
kelemahan yang ada. Sebagai contoh, apabila cracker sudah mengetahui bahwa host
menjalankan proses ftp server, ia dapat menggunakan kelemahan-kelemahan yang
ada pada ftp server untuk mendapatkan akses. Dari bagian ini kita dapat
mengambil kesimpulan bahwa layanan yang tidak benar-benar diperlukan sebaiknya
dihilangkan untuk memperkecil resiko keamanan yang mungkin terjadi.
Mirip dengan port scanner pada bagian
sebelumnya, network scanner memberikan informasi mengenai sasaran yang dituju,
misalnya saja sistem operasi yang dipergunakan, layanan jaringan yang aktif,
jenis mesin yang terhubung ke network, serta konfigurasi jaringan. Terkadang,
network scanner juga mengintegrasikan port scanner dalam aplikasinya. Tool ini
berguna untuk mencari informasi mengenai target sebanyak mungkin sebelum
melakukan serangan yang sebenarnya. Dengan mengetahui kondisi dan konfigurasi
jaringan, seseorang akan lebih mudah masuk dan merusak sistem.
Contoh scanner : Nmap, Netcat, NetScan Tools Pro 2000, SuperScan
* Spoofing
Spoofing (penyamaran) biasa dilakukan oleh pihak yang
tidak bertanggungjawab untuk menggunakan fasilitas dan resource sistem.
Spoofing adalah teknik melakukan penyamaran sehingga terdeteksi sebagai
identitas yang bukan sebenarnya, misal : menyamar sebagai IP tertentu, nama
komputer bahkan e-mail address tertentu. Antisipasinya dapat dilakukan dengan
menggunakan aplikasi firewall.
* Denial of Service
Denial of Service (DoS) merupakan serangan dimana suatu
pihak mengekploitasi aspek dari suite Internet Protocol untuk menghalangi akses
pihak yang berhak atas informasi atau sistem yang diserang. Hole yang memungkinkan DoS berada dalam
kategori C, yang berada dalam prioritas rendah. Serangan ini biasanya didasarkan pada sistem operasi yang
dipergunakan. Artinya, hole ini berada di dalam bagian jaringan dari sistem operasi itu sendiri. Ketika
hole macam ini muncul, hole ini harus diperbaiki oleh pemilik software tersebut atau di-patch oleh
vendor yang mengeluarkan sistem operasi tersebut. Contoh dari serangan ini
adalah TCP SYN dimana permintaan koneksi jaringan dikirimkan ke server dalam
jumlah yang sangat besar. Akibatnya server dibanjiri permintaan koneksi dan
menjadi lambat atau bahkan tidak dapat dicapai sama sekali. Hole ini terdapat
nyaris di semua sistem operasi yang menjalankan TCP/IP untuk berkomunikasi di internet. Hal ini tampaknya
menjadi masalah yang terdapat di dalam desain suite TCP/IP, dan merupakan sesuatu yang tidak
mudah diselesaikan.
Dalam serangan DoS, sesorang dapat melakukan
sesuatu yang mengganggu kinerja dan operasi jaringan atau server. Akibat dari
serangan ini adalah lambatnya server atau jaringan dalam merespon, atau bahkan
bisa menyebabkan crash. Serangan DoS mengganggu user yang sah untuk mendapatkan
layanan yang sah, namun tidak memungkinkan cracker masuk ke dalam sistem
jaringan yang ada. Namun, serangan semacam ini terhadap server yang menangani
kegiatan e-commerce akan dapat berakibat kerugian dalam bentuk finansial.
C.
Enkripsi Untuk Keamanan Data
Pada Jaringan
Salah
satu hal yang penting dalam komunikasi menggunakan computer untuk menjamin
kerahasian data adalah enkripsi. Enkripsi dalah sebuah proses yang melakukan
perubahan sebuah kode dari yang bisa dimengerti menjadi sebuah kode yang tidak
bisa dimengerti (tidak terbaca). Enkripsi dapat diartikan sebagai kode atau
chiper. Sebuah sistem pengkodean menggunakan suatu table atau kamus yang telah
didefinisikan untuk mengganti kata dari informasi atau yang merupakan bagian
dari informasi yang dikirim. Sebuah chiper menggunakan suatu algoritma yang
dapat mengkodekan semua aliran data (stream) bit dari sebuah pesan menjadi
cryptogram yang tidak dimengerti (unitelligible). Karena teknik cipher
merupakan suatu sistem yang telah siap untuk di automasi, maka teknik ini
digunakan dalam sistem keamanan komputer dan network.
Pada bagian selanjutnya kita
akan membahas berbagai macam teknik enkripsi yang biasa digunakan dalam sistem
sekuriti dari sistem komputer dan network.
D. sistem keamanan jaringan komputer
Pengertian Keamanan jaringan komputer adalah proses untuk mencegah dan
mengidentifikasi penggunaan yang tidak sah dari jaringan
komputer. Langkah-langkah pencegahan membantu menghentikan pengguna yang
tidak sah yang disebut “penyusup” untuk mengakses setiap bagian dari
sistem jaringan komputer
.
Tujuan /Keamanan jaringan komputer/ adalah untuk mengantisipasi resiko
jaringan komputer berupa bentuk ancaman fisik maupun logik baik langsung
ataupun tidak langsung mengganggu aktivitas yang sedang berlangsung
dalam jaringan komputer
Jika diamati mengenai keamanan maka keamanan jaringan komputer dapat ditinjau dari segi bentuknya yaitu seperti berikut:
1) Keamanan hardware
Keamanan hardware berkaitan dengan
perangkat keras yang digunakan dalam jaringan komputer. Keamanan
hardware sering dilupakan padahal merupakan hal utama untuk menjaga
jaringan dari agar tetap stabil. Dalam keamanan hardware, server dan
tempat penyimpanan data harus menjadi perhatian utama. Akses secara
fisik terhadap server dan data-data penting harus dibatasi semaksimal
mungkin.
Akan lebih mudah bagi pencuri data untuk
mengambil harddisk atau tape backup dari server dan tempat
penyimpanannya daripada harus menyadap data secara software dari
jaringan. Sampah juga harus diperhatikan karena banyak sekali hacker
yang mendatangi tempat sampah perusahaan untuk mencari informasi
mengenai jaringan komputernya. Salah satu cara mengamankan hardware
adalah menempatkan di ruangan yang memiliki keamanan yang baik. Lubang
saluran udara perlu diberi perhatian karena dapat saja orang masuk ke
ruangan server melaui saluran tersebut. Kabel-kabel jaringan harus
dilindungi agar tidak mudah bagi hacker memotong kabel lalu
menyambungkan ke komputernya.
Akses terhadap komputer juga dapat
dibatasi dengan mengeset keamanan di level BIOS yang dapat mencegah
akses terhadap komputer, memformat harddisk, dan mengubah isi Main Boot
Record (tempat informasi partisi) harddisk. Penggunaan hardware
autentifikasiseperti smart card dan finger print detector juga layak
dipertimbangkan untuk meningkatkan keamanan.
2) Keamanan software.
Sesuai dengan namanya, maka yang harus
diamankan adalah perangkat lunak. Perangkat lunak yang kita maksud
disini bisa berupa sistem operasi, sistem aplikasi, data dan informasi
yang tersimpan dalam komputer jaringan terutama pada server. Contohnya,
jika server hanya bertugas menjadi router, tidak perlu software web
server dan FTP server diinstal. Membatasi software yang dipasang akan
mengurangi konflik antar software dan membatasi akses, contohnya jika
router dipasangi juga dengan FTP server, maka orang dari luar dengan
login anonymous mungkin akan dapat mengakses router tersebut.
Software yang akan diinstal sebaiknya
juga memiliki pengaturan keamanan yang baik. Kemampuan enkripsi
(mengacak data) adalah spesifikasi yang harus dimilki oleh software yang
akan digunakan, khusunya enkripsi 128 bit karena enkripsi dengan sistem
56 bit sudah dapat dipecahkan dengan mudah saat ini. Beberapa software
yang memiliki lubang keamanan adalah mail server sendmail dan aplikasi
telnet. Sendmail memiliki kekurangan yaitu dapat ditelnet tanpa login di
port (25) dan pengakses dapat membuat email dengan alamat palsu.
Aplikasi telnet memiliki kekurangan mengirimkan data tanpa
mengenkripsinya (mengacak data) sehingga bila dapat disadap akan sangat
mudah untuk mendapatkan data.
Hal kedua yang perlu diperhatikan adalah
password. Sebaiknya diset panjang password minimum unutk mempersulit
hacker memcahkan password. Password juga akan semakin baik jika tidak
terdiri huruf atau angak saja, huruf kecil atau kapital semua, namun
sebaiknya dikombinasi. Enkripsi dapat menambah keamanan jaringan dengan
cara mengacak password dan username, baik dalam record di host maupun
pada saat password dan username itu dilewatkan jaringan saat melakukan
login ke komputer lain.
Routing tidak terlepas pula dari
gangguan keamanan. Gangguan yang sering muncul adalah pemberian
informasi palsu mengenai jalur routing (source routing pada header IP).
Pemberian informasi palsu ini biasanya dimaksudkan agar
datagram-datagram dapat disadap. Untuk mencegah hal seperti itu, router
harus diset agar tidak mengijinkan source routing dan dalam protokol
routing disertakan autentifikasi atau semacam password agar informasi
routing hanya didapat dari router yang terpercaya.